Selasa, 19 Februari 2013

Cerita Inspiratif "AKU MASIH PERAWAN"

Cewek : “Aku masih perawan, nggak pernah ciuman, pegangan tangan, bercumbu, atau jalan-jalan berdua saja dengan bukan muhrimku, dan dengan laki-laki manapun…”

Cowok : glek….. “Masa sih…?”

Cewek : “Iya, AKU MASIH PERAWAN, JELAS….!!!!” Aku masih perawan, utuh, murni 100 persen, tidak berkurang sedikitpun, aku tidak pernah “pacaran” seperti orang kebanyakan, aku lihat lelaki itu dari bagaimana pola pikir di kepalanya bukan “Pola Tangan dan Pola Matanya” melihatku.

Cowok : “Bodoh loe,”

Cewek : Biarin, aku lebih suka dibilang “Bodoh” sebab bodoh itu melindungiku dari melakukan hal-hal “pintar” tapi sebenarnya aku sendiri TIDAK TAHU.

Cowok : “Sekarang bukan jamannya neng...”

Cewek : Ya, benar, sekarang memang bukan jamannya menyembunyikan atau mengatakan “tabu” kalau bicara soal keperawanan, zaman sekarang sudah terbuka, orang bisa bicara dari sudut mana saja, dengan cara berfikir apa saja tentang keperawanan. Silakan... Tapi sorry, tapi tidak bagiku.

Cowok : “Pantesan, sekarang belum dapat pacar…”

Cewek : “Aku cari suami yang bisa dijadikan pacar, bukan pacar yang belum tentu jadi suami.”

Cowok : “Kolot, Kuno, Nggak Gaul, Nggak ngikutin trend…”

Cewek : “Ah ngga papalah, toh yang bilang aku Kolot, Kuno, Nggak Gaul, Nggak ngikutin trend itu kan manusia, Tuhan ngga.”

Cowok : “Sok munafik…!!!”

Cewek : “Kalau munafik itu orang yang ngga konsisten, ngomong ini tapi ngelakuin ini, tapi menjaga keperawanan itu kewajiban.”

Cowok : “Sok Suci….!!!”

Cewek : “Bukankah “Kesucian” seorang wanita memang harus dijaga, ada orang aneh bilang: “Kamu perempuan tuh memang anak ayah dan ibumu, tapi sebenarnya kamu itu titipan suamimu pada mereka, jadi harus dijaga semuanya, jangan ada yang hilang. Dijaga sampai nanti dia siap membawamu pergi dari mereka dengan satu ikatan yang suci dan diridhoi. Emangnya kamu mau kalau nanti dibilang Ayah dan Ibumu tidak becus menjaga titipannya.”

Cowok : Isi sendiri...

Pesan : Jagalah titipan orang tuamu untuk suamimu kelak bukan untuk pacarmu yang sekarang.

Kamis, 04 Oktober 2012

9 Attitudes of Highly Creative People

1. Curiosity
I’ve written previously on the topic of curiosity because I’m convinced that it is an essential skill to build as a blogger. Learning to ask ‘why’, ‘what if’ and ‘I wonder…’ are great questions to build into your life if you want to be a more creative person.
2. Seeing Problems as Interesting and Acceptable
One of the problems of the Western mindset is that we often see problems or obstacles in life as unacceptable parts of life. We avoid pain or suppress it when it comes and in doing so don’t often see and feel symptoms that are there to tell us something important. Creative people see problems as a natural and normal part of life – in fact they often have a fascination with problems and are drawn to them.
3. Confronting Challenge
Many of the most creative ideas through out history have come from people facing a challenge or crisis and rather than running from it asking ‘how can I overcome this’?

4. Constructive Discontent
Creative people often have an acute awareness of what’s wrong with the world around them – however they are constructive about this awareness and won’t allow themselves to get bogged down in grumbling about it – they take their discontent and let it be a motivation to doing something constructive.
5. Optimism
Creative people generally have a deeply held belief that most (if not all) problems can be solved. No challenge is too big to be overcome and no problem cannot be solved (this doesn’t mean they’re always happy or never depressed – but they don’t generally get stumped by a challenge).
6. Suspending Judgment
The ability to hold off on judging or critiquing an idea is important in the process of creativity. Often great ideas start as crazy ones – if critique is applied too early the idea will be killed and never developed into something useful and useable. (note – this doesn’t mean there is never a time for critique or judgement in the creative process – it’s actually key – but there is a time and place for it).
7. Seeing Hurdles as leading to improvements and solutions
This relates to some of the above – but by ‘hurdles’ I mean problems and mistakes in the creative process itself. Sometimes it’s on the journey of developing an idea that the real magic happens and it’s often out of the little problems or mistakes that the idea is actually improved.
8. Perseverance
Creative people who actually see their ideas come to fruition have the ability to stick with their ideas and see them through – even when the going gets tough. This is what sets apart the great from the good in this whole sphere. Stick-ability is key.
9. Flexible Imagination
I love watching a truly creative person at work when they’re ‘on fire’. They have this amazing ability to see a problem or challenge and it’s many potential solutions simultaneously and they have an intuitive knack at being able to bring previously disconnected ideas together in flashes of brilliance that seem so simple – yet which are so impossible to dream up for the average person.

Rabu, 15 Agustus 2012

Perjuangan Masuk Fakultas Teknik

Jauh sebelum pemilihan jurusan pada saat pendaftaran SNMPTN Undangan, saya telah mencari-cari informasi tentang program study yang tepat untuk saya dan yang ada di jenjang kuliah. Pertama sekali, saya bertanya kepada Ayah saya, dan mungkin hanya dia yang akan saya tanyai, tapi ia kembali bertanya kepada saya.
“Pelajaran apa yang kau sukai ?” Tanya Ayah.
“Tentu saja matematika dan fisika.” Jawabku.
“Pilihlah Fakultas Teknik. Saya lihat kamu berbakat dalam seni lukis dan operasi computer, pilihlah Program Study Arsitektur.” Tegas Ayahku.
Saya hanya diam mendengar penjelasan dari Ayah. Aku baru menyadari bahwa, ayahku merupakan manager terbaik yang ada di dunia ini.
“Ayah hanya memberi saran, keputusan berada di tanganmu.” Jelas Ayah.
Sepanjang hari, aku memikirkan perkataan Ayah, benar juga yang dikatakan Ayah, selain itu, aku paling tidak suka dengan pelajaran biologi dan IPS, dan hanya Fakultas Teknik-lah tempat yang paling cocok untukku.
Lalu aku berfikir, bagaimana caranya agar aku bisa menggapai cita-citaku, sementara teman-temanku sedang mengikuti bimbingan belajar di luar kota, sedangkan aku hanya belajar sendiri di rumah. Pada saat itu, pikiranku hampir dalam keadaan pasrah, aku tak tahu apa yang harus aku perbuat apabila nanti tidak lulus SNMPTN Undangan, mungkin aku langsung mencari kerja berkebun di kebun orang.
Suatu saat terlintas ide cemerlang di otakku, akhirnya aku memutuskan membuat bimbingan belajar sendiri, dan aku mengajak teman-teman terdekatku yang juga tidak keluar kota untuk mendapatkan bimbingan belajar.
Kami menamai bimbingan belajar tersebut MMC, yang merupakan kepanjangan dari Master Majelisz Center. Adapun konsep bimbingan belajar ini adalah belajar dan mengajar. Yang bergabung dengan saya antara lain, saya sendiri mengajar pelajaran Fisika, Fiqhi Nahdhiah M mengajar Biologi, Chandra Iramawati mengajar pelajaran Matematika, Imtihan Komahate mengajar pelajaran Kimia, Arisandhi Safana mengajar pelajaran Bahasa Indonesia, dan Rozita Amelia mengajar pelajaran Bahasa Inggris. Adapun yang belajar adalah kami semua. Dan lokasi belajarnya bertempat di kediaman Fiqhi Nahdiah M. Proses belajar dan mengajar berlangsung dengan sangat lancar sampai hari itu tiba.
Pada akhirnya, kami sangat bangga sekali dengan MMC ini, karena telah meluluskan kami di Perguruan Tinggi yang kami ingini. Diantaranya saya sendiri lulus di Arsitektur USU, Fiqhi Nahdhiah M lulus di Sastra Cina USU, Chandra Iramawati lulus di Teknik Lingkungan USU, Imtihan Komahate lulus di Teknik Kimia Unsyiah, Arisandhi Safana lulus di Ilmu Hukum USU, dan Rozita Amelia lulus di Teknik Sipil UII.
Tidak berhenti kami mengucap syukur kepada Allah SWT. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi pembaca dan pendengar.

Minggu, 27 Mei 2012

Cerita Dari Tanah Gayo “ATU BELAH”


Di sebuah desa bernama Penarun, yang letaknya berada di Tanah Gayo, hiduplah keluarga petani yang sangat miskin. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan kedua anaknya yang masih kecil. Anaknya yang tertua berumur 7 tahun, sedangkan adiknya masih menyusui. Karena kehidupannya yang sangat miskin, setiap hari di waktu senggang setelah bertani, sang ayah berburu di hutan dan menangkap belalang-belalang di sawah.
Belalang-belalang tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung. Biasanya belalang-belalang itu diolah menjadi makanan oleh istrinya dan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka sehari-hari. Sebab sawah mereka yang Cuma beberapa petak tidak menghasilkan apa-apa. Suatu hari sang ayah pergi ke hutan berburu karena tidak punya pilihan lain untuk menafkahi keluarganya, lalu berpamitan kepada istrinya,
“Ine,…. jegei kekanak ni I umah ni, aku beluh mulo mungaro, doanen buge depet si kul e, kati genap kin kite sara keluarga, ike aku gere ilen ulak enti kase I uke-uke pintu ton ni lompong ho” kata sang ayah.
“Boh mi ama.” kata istrinya.
hari sudah siang, sang ayah tidak pulang-pulang membawa hasil buruannya, sedangkan kedua anaknya sudah merengek-rengek menahan lapar. Sang ibu sangat sedih sekali melihat anak-anaknya menangis, lalu ia pergi ke dapur mencari sesuatu yang dapat dimakan, tetapi tidak ada saau pun yang dapat dimakan. Lalu ia teringat akan belalang-belalang yang dikurung suaminya di lumbung dan memanggil anaknya yang tertua.
“Win…! Tengkam ko mulo lompong-lompung si kurung ama mu ho. Kati ine jerang kin mangan ni kam.” kata Ibunya
“Boh mi ine.” kata anaknya
Lalu pergilah anaknya ke lumbung tempat belalang-belalang yang tidak jauh dari rumahnya. Lalu dibukanya pintu lambung itu dan ditangkapnya satu per satu dan dimasukkannya ke dalam kantong yang telah disiapkan sebelumnya. Tetapi hal yang tidak diinginkan terjadi,
“Sana kati tikik mi we lompong-lompong ni?, sine lagu dele pedi.” katanya dalam hati.Rupanya dia lupa menutup pintu lumbung itu.
Kemudian, anak itu kembali ke rumah sambil menangis tersedu-sedu, dia sangat takut dimarahi orang tuanya. Tapi, mau tidak mau dia harus menceritakan kepada Ibunya.
“Mukune anakku, hana kati mongot? Isi nge lompong-lompong ne?” Tanya ibunya dengan lembut.
“Maaf Ine. Lompong ne nge meh luah, luoen aku munutup pintu e.” kata anak itu sambil menangis. Terkejutlah si Ibu, pasti suaminya akan sangat marah sekali bila mengetahui belalang-belalang yang sudah susah payah dikumpulkan lepas semuanya karena kecerobohan anaknya. Tidak lama kemudian pulanglah suaminya tanpa membawa hewan buruan satu pun.
“Serlo ni gere beruntung aku ine ! Gere ara sara peh kona ku karo, lagu nge I betih e aku geh, meh temuni bewene wan umah e.” kata sang ayah sambil terduduk lelah dan kesal. Lalu sang ayah berkata.
“Serlo ni mangan lompong din kite, Ine.” kata sang ayah. Melihat sang ayah marah dan kesal, si Ibu bingung mau mengatakan yang sebenarnya, tapi apa mau dikata, akhirnya si Ibu mengatakan dan berbohong untuk menupi kesalahan anaknya,
“Maaf Ama, lompong ne nge meh muluah, lupen aku munutup pintu e.” kata ibunya dengan suara menyesal. Lalu suaminya sangat marah sekali, tanpa sadar menampar, memukul, dan mengusir Istrinya dari rumah. Sang istri sangat sedih sekali akan perlakuan suaminya yang menyiksa dirinya lalu dia pergi masuk ke dalam hutan menuju ke atu belah.
Tanpa disadari, ia diikuti oleh anaknya yang tertua dengan menggendong adiknya yang masih bayi, lalu anak itu memanggil-manggil Ibunya sambil menangis dan berteriak-teriak.
“Ineee,,, enti taringen kami Ineee,,,” dengan berulang-ulang kali. Setelah bertemu lalu si Ibu menyuruh anaknya pergi mengambil air minum karena ibunya sangat kehausan. Setelah anak tertuanya pergi mengambil air, lalu sang Ibu pergi lagi meninggalkan anaknya, begitulah sampai berulang-ulang. Setelah sampai di dekat atu belah, lalu sang ibu menyanyikan lagu atu belah berulang-ulang kali.
“Atuu belaaaahhh atu bertangkup, ini nge sawah janyingku dahuluuuuuuu uu u u u uu u “ Dan terbukalah batu itu, dan masuklah si Ibu ke dalam batu itu tanpa menghiraukan teriakan anaknya lagi. Tiba-tiba datanglah angin kencang dan awan pun menjadi gelap menyertai si Ibu ditelan atu belah. Tinggallah kedua anaknya meratapi Ibunya dan mengambil sisa rambut ibunya yang terjepit di luar atu belah.
Demikianlah akhir cerita ini. Pesan : Karena kecerobohan seseorang dapat membawa petaka dan bencana.

Kamis, 08 April 2010

MAKALAH : PENCEMARAN BUDAYA

PENCEMARAN BUDAYA

DISUSUN OLEH
NAMA :
ADE RIZKI FITRA
DIAN PUTRA MANDA
ERI SETIAWAN
ILHAM IWAN PRALA
KELAS : X 5
PELAJARAN : BIOLOGI

R-SMA-BI UNGGUL MODEL 4 TAKENGON

KATA PENGANTAR

   Assalamualaikum Wr. Wb.
   Dengan memanjatkan puji syukur ke hadiratAllah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:
“PENCEMARAN BUDAYA”
   kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
   Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
   Walaikumsalam Wr. Wb.
Takengon, 22 maret 2010


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………2
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………3
A. LATAR BELAKANG……………………………………………………….……3
B. PERUMUSAN MASALAH…………………………………………………4
C. TUJUAN PENELITIAN………………………………………………….…4
D. MANFAAT PENELITIAN…………………………………………………4
BAB II METODELOGI PENELITIAN………………………………………......5
A. METODE PENGUMPULAN DATA……………………………….…5
B. TEKNIK ANALISIS DATA……………………………………………..…5
C. METODE PENELITIAN………………………………………………………6
BAB III HASIL PENELITIAN……………………………………………………….7
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………..9
A. KESIMPULAN……………………………………………………………………9
B. SARAN…………………………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………10

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

   Kalau dipikir-pikir, orang-orang yang bergerak dalam bidang konservasi budaya, yang berupaya mempertahankan bangunan-bangunan lama yang dianggap bersejarah, keajaiban-keajaiban dunia masa lampau, budaya masa lampau, hal-hal yang berbau tradisional, kuno dan sejenisnya adalah orang-orang yang kurang fair pada perkembangan jaman dan juga kurang fair pada generasi berikutnya beserta budaya yang dianut atau dibawanya.
   Keajaiban dunia dipatok cuman ada 7 macam di dunia ini, padahal keajaiban-keajaiban lain di jaman yang sedang berlangsung ini bermunculan di berbagai belahan dunia dengan teknologi yang lebih canggih. Orang-orang yang sudah meninggalkan budaya lama nenek moyangnya dibilang sudah lupa pada kebudayaannya, sudah kebarat-baratan (atau ketimur-timuran), tidak menghargai budaya sendiri, dll. Padahal, budaya selalu berkembang dan berubah terhadap waktu di seluruh belahan bumi ini.
Selanjutnya, timbul wacana bahwa telah terjadi kepunahan budaya lokal, telah terjadi infiltrasi budaya, dan lain-lain. Akibatnya, dianggarkanlah uang yang begitu besar untuk menggelar program konservasi, pembentukan cagar budaya, dan segala macam program tetek bengek yang bertemakan pelestarian budaya. Didengungkan pula propaganda bahwa orang yang tidak mencintai budaya masa lalu adalah orang-orang yang tidak menghargai sejarah, tidak menghargai seni adiluhung, dan tidak berbudaya tinggi.


B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran budaya ?
2. Apa akibat dari pencemaran budaya ?
3. Bagaimana cara mengatasi pencemaran budaya ?

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Mengetahui yang dimaksud dengan pencemaran budaya ?
2. Mengetahui akibat dari pencemaran budaya ?
3. Mengetahui cara mengatasi pencemaran budaya ?

D. MANFAAT PENELITIAN

   Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, semoga dengan adanya makalah ini kita tahu bagaimana effect samping yang akan terjadi jika pencemaran budaya ini terjadi terus menerus, bangsa kita akan terperosok ke dalam lubang yang dalam seperti bangsa-bangsa yang lain.

BAB II METODE PENELITIAN

A. METODE PENGUMPULAN DATA

   Pada proses pengumpulan data, kami menggunakan penekatan kualitatif yaitu proses pengumpulan data dengan menggunakan alat indra bukan menggunakan angka. Dengan cara melihat, mendengar, dan membicarakan informasi dari sumbernya kita akan mendapatkan informasi yang cukup.

B. TEKNIK ANALISIS DATA

   Cara kami dalam menganalisis data yang pertama dengan memastikan bahwa semua data yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan informasi yang kami dapat dari sumber. Langkah berikutnya sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lainnya danjuga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir menuangkannya ke dalam makalah ini.


C. METODE PENELITIAN

   Pada penelitian ini kami menggunakan metode library research yaitu tinjauan melalui media buku, internet, dan media lainnya. Adapun sumber informasi yang membantu kami adalah buku bilingual pada bidang study ekonomi, alamat web : id.wikipedia.com, dan alamat web lainnya. Tidak lupa pula dari teman-teman kami yang mengembangkan makalah ini.


BAB III HASIL PENELITIAN

PENGERTIAN PENCEMARAN BUDAYA

   Pencemaran budaya adalah masuk atau keluarnya budaya suatu daerah dengan dempak-dampak tertentu.
Dengan demikian, dampaknya ada yang positif dan ada yang negatif. Misalnya, positif : masuknya ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, berkembangnya suatu penemuan sampai ke negara lain. Negatif : masuknya budaya asing ke dalam daeah yang bersyariat islam kuat seperti di Aceh.

AKIBAT PENCEMARAN BUDAYA

   Negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita.
Kesenian tradisional bukannya berkembang dan lestari, namun justru semakin dijauhi masyarakat. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat pencemaran budaya.
   Masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka.
   Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya.
Para pemakai media massa mengetahui apa yang terjadi di tempat lain dengan budaya yang berbeda dalam waktu yang singkat.

CARA MENGATISI PENCEMARAN BAUDAYA

   Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bagi para seniman rakyat.
   Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

   Pencemaran budaya adalah masuk atau keluarnya budaya suatu daerah dengan dempak-dampak tertentu.
Akibat :
1. Negara-negara berkembang selalu khawatir akan tertinggal.
2. Kesenian tradisional lama-lama akan musnah
3. dsb
Cara mengatasi :
1. Meningkatkan SDM
2. Meningkatkan kualitas pemerintah sebagai pelindung bangsa

B. SARAN

Sebaiknya pemerintah mengurangi pengaruh buruk dari luar
Menindaklanjuti pendatang dari luar yang membawa pengaruh buruk dari negaranya

DAFTAR PUSTAKA
- www.id.wikipedia.com
- www.Google.com

MAKALAH : PENDAPATAN NASIONAL

KATA PENGANTAR
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dengan memanjatkan puji syukur ke hadiratAllah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:
“PENDAPATAN NASIONAL”
    Saya menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
    Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
    Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
    Walaikumsalam Wr. Wb.
Takengon, 1 maret 2010


 Penulis              


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
 A.LATAR BELAKANG
 B.PERUMUSAN MASALAH
 C.TUJUAN PENELITIAN
 D.MANFAAT PENELITIAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III METODELOGI PENELITIAN
 A.METODE PENGUMPULAN DATA
 B.TEKNIK ANALISIS DATA
 C.METODE PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
 A.KESIMPULAN
 B.SARAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
   Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya satu tahun.
Arus pembayaran atas faktor produksi oleh sektor perusahaan, pemerintah, ataupun luar negeri merupakan pendapatan bagi parapemilik faktor produksi. Setiap orang akan memperoleh pendapatan karena membantu proses produksi.
   Untuk lebih lengkapnya, akan dijelaskan dalam makalah ini.
B. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana konsep PDB, PDRB, PNB, dan PN ?
  2. Bagaimnana perhitungan pendapatan nasional dengan metode pendapatan, produksi, dan pengeluaran ?
  3. Bagaimana perbandingan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain ?
  4. Apa saja manfaat perhitungan pendapatan nasional ?
C. TUJUAN PENELITIAN
  1. Mengetahui konsep PDB, PDRB, PNB, dan PN
  2. Mengetahui perhitungan pendapatan nasional dengan metode pendapatan, produksi, dan pengeluaran
  3. Mengetahui perbandingan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain
  4. Mengetahui manfaat perhitungan pendapatan nasional
D. MANFAAT PENELITIAN
   Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, semoga dengan adanya makalah ini kita menjadi lebih tahu bagaimanakah pendapatan nasional, terutama di negara kita, negara Indonesia. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah tahu perkembangan ekonomi di negara kita.

BAB II LANDASAN TEORI

   Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty di Inggris yang berusaha menafsir pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun1665, dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjaminan biaya hidup (konsumsi) selama 1 tahun. namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai mengukur kegiatan perekonomian adalah produk nasional bruto (PNB) atau gross national product (GNP), yaitun seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pesar suatu negara. 

BAB III METODE PENELITIAN

A. METODE PENGUMPULAN DATA
    Pada proses pengumpulan data, saya menggunakan penekatan kualitatif yaitu proses pengumpulan data dengan menggunakan alat indra bukan menggunakan angka. Dengan cara melihat, mendengar, dan membicarakan informasi dari sumbernya kita akan mendapatkan informasi yang cukup.

B. TEKNIK ANALISIS DATA
   Cara saya dalam menganalisis data yang pertama dengan memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu saya mulai menghitung jumlah data, setelah itu saya mengklasifikasikan informasi yang saya dapat dari sumber. Langkah berikutnya sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lainnya danjuga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir menuangkannya ke dalam makalah ini.

C. METODE PENELITIAN
   Pada penelitian ini saya menggunakan metode library research yaitu tinjauan melalui media buku, internet, dan media lainnya. Adapun sumber informasi yang membantu saya adalah buku bilingual pada bidang study ekonomi, alamat web : id.wikipedia.com, dan alamat web lainnya. Tidak lupa pula dari saudara-saudara saya yang mengembangkan makalah ini.

BAB IV HASIL PENELITIAN

KONSEP PDB, PDRB, PNB, & PN
KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
   Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus :
NNP = GNP – Penyusutan

NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus :
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus :
DI = PI – Pajak langsung
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN METODE PENDAPATAN, PRODUKSI, DAN PENGELUARAN
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]